
|
||
dblindonesia.com | 07-Feb-2010
Penuh Sesak Penonton Final Bali
Pembukaan Seri Bogor, Suporter Banjir Mengalir BADUNG – Gedung baru yang lebih besar tidak menjamin tempat yang cukup untuk penonton Honda Development Basketball League (DBL) 2010 di Bali. Meski GOR Purna Krida Kerobokan, Kabupaten Badung, memiliki kapasitas hampir 3.000 penonton, tetap saja penonton harus berdesak-desakan dan bergantian menyaksikan dua laga final Sabtu kemarin (6/2). Sebelum laga final pertama, antara tim putri SMAN 1 Denpasar melawan SMA Soverdi Tuban, sebanyak 3.000 lebih penonton sudah berdesak-desakan memadati gedung. Dan di luar masih banyak yang terus berdatangan. Alhasil, banyak yang harus menunggu sampai final putri selesai, bergantian tempat untuk menonton final putra, antara SMAN 1 dengan SMAN 7 Denpasar. Kemarin, SMAN 1 gagal menyapu gelar seperti pada 2009 lalu. Tim putranya masih jawara, menang 67-43 atas SMAN 7. Handry Satria Santosa, yang tahun lalu terpilih masuk tim DBL Indonesia All-Star dan ikut bertanding di Australia, tetap menjadi motor kemenangan. Tapi, tim putri mereka harus kalah tipis, 32-35, di tangan Soverdi. Tentu saja tim Soverdi mengaku bangga dengan sukses ini. Apalagi, pertandingan kemarin benar-benar ketat, hanya selisih satu poin saat waktu hanya 30 detik. Olivia Claudia, 16, mencetak poin penentu kemenangan. Sebagai bonus, dia juga dinobatkan sebagai Honda Most Valuable Player (MVP). “Tahun lalu, saya masih SMP, tapi sudah sering nonton DBL. Kalau nonton, rasanya gemes ingin ikut main. Makanya, tahun ini saya bertekad ikut. Ternyata langsung bisa ngerasain jadi champion. Nggak percaya rasanya!” tutur Olivia, yang tahun depan masih bisa ikut kompetisi terbesar di Indonesia ini. Honda DBL 2010 seri Bali merupakan kompetisi basket perdana yang diselenggarakan di GOR Purna Krida, yang baru selesai dibangun sekitar enam bulan lalu. “Di satu sisi, kami lega memutuskan pindah ke gedung yang lebih besar, karena penonton di Bali memang luar biasa antusias. Di sisi lain, tahun depan problem menampung penonton mungkin bakal bertambah,” ucap Masany Audri, general manager DBL Indonesia saat final kemarin. Menurut panitia dari DBL Indonesia dan Radar Bali (Jawa Pos Group) hampir 5.000 penonton kemarin menyaksikan final di Bali. “Selama delapan hari penyelenggaraan di Pulau Dewata, jumlah penonton sekitar 20 ribu orang. Naik sekitar 30 persen dari tahun lalu,” jelas Justin M. Herman, direktur Radar Bali. Di antara para penonton, ada Marcela Pranoviya, pelajar SMAN 1 Denpasar yang juga pemain golf timnas junior Indonesia. “Keren banget. Aku sering main golf di level nasional maupun internasional, tapi belum pernah ada apresiasi penonton seperti ini. DBL luar biasa,” pujinya. Hujan Bukan Penghalang Bersamaan dengan final di Bali, kemarin Honda DBL 2010 juga membuka seri Jawa Barat wilayah Barat, di Kota Bogor. Meski hujan turun saat acara pembukaan sekitar pukul 15.00 WIB, animo penonton tidak terhadang. Saat pertandingan pertama, tim putri SMA Regina Pacis versus SMAN 1 Bogor, sekitar separo tribun GOR Pajajaran Bogor yang berkapasitas sekitar 2.000 penonton terisi. Setelah hujan berhenti, penonton lantas terus berdatangan seperti banjir mengalir. Total, lebih dari 3.500 orang menonton hari perdana, penyelenggaraan perdana Honda DBL di Bogor tersebut. Puncaknya saat laga ketiga, tim putra SMAN 4 versus SMAN 9 Bogor. Saat itu, penonton penuh mengisi seluruh tribun GOR Pajajaran (nama gedung di Bogor sama dengan di Bandung). “Dari lima kota baru tahun ini, tampaknya penonton di Bogor berpeluang menjadi yang terbanyak. Bukan tidak mungkin, penonton di Bogor bisa menyaingi dan mengalahkan seri Jawa Barat wilayah Timur, yang digelar di Bandung,” ujar Azrul Ananda, commissioner DBL. Pertandingan perdana kemarin tidak mengecewakan. Tim putri SMA Regina Pacis harus kerja keras, mengalahkan SMAN 1 dengan skor 18-16. Usai pertandingan, tim Regina Pacis mengaku lega. Mereka ternyata merasa tegang menghadapi kompetisi ini. “Selain pesertanya kuat-kuat, aturannya juga ketat. Semua itu terbayarkan dengan kemenangan dan suasana pertandingan yang seru,” ucap Gisella Prawira, center sekaligus kapten Regina Pacis. Para penonton pun mengaku senang dengan kehadiran Honda DBL di Bogor. “Baru kali ini ada kompetisi seperti ini di Bogor. Awalnya kami sempat kaget dengan ketatnya peraturan, termasuk untuk suporter. Tapi ketika hadir dan menonton langsung, ternyata seru banget! Rapi, tertata baik. Nuansa pertandingan beda dari biasanya. Nggak garing,” ujar Roswini Arma, suporter SMAN 1 Bogor. Honda DBL 2010 West Java Series – West Region ini akan berlangsung hingga 16 Februari mendatang. Setelah itu, champion-nya bakal menghadapi juara wilayah Timur, memperebutkan gelar juara Jawa Barat di GOR C-Tra Arena, Bandung, pada 20 Februari mendatang. Total 90 tim berlaga di Honda DBL di Jawa Barat. Sebanyak 50 di Bandung, 40 di Bogor. Hari ini (7/2), final Honda DBL 2010 seri Sumatera Selatan juga diselenggarakan di GOR Sriwijaya Palembang. (jpnn)
Share this:
Tweet
|
DBL ARENA
Home of DBL
Surabaya 16-18 Agt 2009
NBA Player: Kevin Martin (Sacramento Kings) NBA Assistant Coaches: Neal Meyer (LA Clippers) Joe Prunty (Port. Trail Blazers) DBL Makes History
Danny Granger (Indiana Pacers)
Star of The First-Ever NBA Event in Indonesia NBA Basketball Clinics 2008 > | ||||||||||||||||||||||||||||||||